Cerdas Tapi Tak Utuh
foto :
Penutupan Sekolah Analisis Sosial PC PMII Jakarta Timur oleh Sekjen PB PMII (13/03/18)
Dalam acara
penutupan kegiatan Sekolah Analisis Sosial Jakarta Timur, di Wisma Soegondo
Djojopoespito (PPPON Cibubur) oleh Sekertaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar
(PB) PMII Sabolah Al Kalamby mengingatkan : mendorong mahasiswa untuk sangat
kerja keras, belajar, akan semakin menonjol menghadapi Era Globalisasi. Karena
itu pembinaan segi emosi, sosial dan moral para mahasiswa, perlu mendapat
penekanan. Sebab kalau tidak, para mahasiswa nanti hanya akan menjadi mahasiswa
yang mungkin cerdas, tapi berkepribadian tak utuh!” tambahnya.
Gejala itu
menurut Sabolah Al Kalamby, belakangan sudah tampak : mahasiswa hanya di dorong
utnuk belajar dan belajar.. padahal itu hanya mengejar kemampuan skloastik
saja.
Kompetisi Keras
Diingatkannya kelak, para mahasiswa tidak terlepas dari
pengaruh nilai-nilai baru modern, yang ditandai dengan ciri perilaku yang
berorientasi pada fakta dan rasio. Orientasi hidup mahasiswa akan lebih
mengarah pada belajar dan bekerja, untuk memperbaiki status sosial-ekonomi.
“kompetisi antar mahasiswa untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan akan
semakin keras, sehingga mengakibatkan sebagian mahasiswa mungkin akan menjadi
putus asa, sebagian lain menjadi kopetitif, bahkan agresif” katanya.
Kecanggihan Informasi Dibarengi Dengan Kekuatan Batin
Direktur NU Online Savic Ali mengatakan dalam
Sekolah Analisis Sosial pada materi advokasi korporasi dan ideologi media, PMII
sebagai kader bangsa harus mengerti, bahkan harus menguasai informasi. Akan
tetapi pada penguasaan terhadap kecanggihan informasi itu perlu disertai dengan
kecanggihan bathiniyah, dan ini merupakan dimensi vital yang harus dimiliki.
Menurut Savic
Ali, manusia yang sepi dari informasi akan mati secara pelan-pelan, sedangkan
jika sepi (atau tidak mempunyai) tujuh bahan pokok, kematiannya akan
berlangsung lebih cepat. Di sinilah pentingnya informasi bagi manusia, di
samping bahan fisik.
Diingatkan,
bahwa kita jangan hanya merasa bangga bahwa asal muasal informasi itu dari
islam, sebab masalahnya sekarang adalah: “di kalangan umat Islam tidak ada yang
menguasai informasi, dan bahkan boleh dikatakan umat Islam tenggelam dalam
informasi dan segala kecanggihannya”.
Abdul Jalil | Ketua PMII Univ. Ibnu Chaldun Jakarta 2018-2019

Komentar
Posting Komentar